Kamis, 27 Desember 2012

makalah manajemen perkantoran


BAB I
PENDAHULUAN


1.1       LATAR BELAKANG
            Manajemen perkantoran adalah faktor terpenting dalam sebuah dunia kerja untuk menghasilkan produksi yang terbaik. Karema keberhasilan untuk membuat hasil yang terbaik sangat dipengaruha dari dalam kantor itu sendiri , dimana banyak sekali faktor yang menjamin kinerja seseorang menjadi baik.Diantaranya : fasilitas dari kantornya itu sendiri, sumber daya manusia yang mampu bersaing untuk menghasilkan sebuah karya yang terbaik.Dan semkin pesat persaingan dalam dunia kerja , semakin maju juga manajemen dalam sebuah perkantoran , itu tidak lain untuk mencapai tujuan kantor itu sendiri menjadi yang terbaik . perkembangan zaman yang begitu pesat membuat perkembangan semakin canggih. Hal imi menjadi sebuah tantangan pada setiap perusahaan, untuk meningkatkan kinerja dalam kantornya dengan merubah pola manajemen zaman dahulu menjadi lebih canggih lagi.
            Selain faktor yang diatas disebutkan , latar belakang penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas akhir sebagai pengganti dari Ujian Akhir Semester mata kuliah Manajemen Perkantoran.

1.2       RUMUSAN MASALAH
1.2.1 Penjelasan tentang manajemen perkantoran ?
1.2.2 Penjelasan tentang manajemen perkantoran modern?
1.2.3 Bagaimana perkembangan manajemen perkantoran?

1.3       TUJUAN
            Untuk mengetahui perkembangan yang terjadi pada manajemen perkantoran dalam dunia kerja di masa sekarang dan masa dulu, serta bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas akhir sebagai pengganti dari Ujian Akhir Semester mata kuliah Manajemen Perkantoran.


1
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Manajemen Perkantoran
Kantor Secara etimoligis kantor berasal dari Belanda: “kantoor”, yang maknanya: ruang tempat bekerja, tempat kedudukan pimpinan, jawatan instansi dan sebagainya. Dalam bahasa Inggeris “office” memiliki makna yaitu: tempat memberikan pelayanan (service), posisi, atau ruang tempat kerja.
Manajemen Perkantoran adalah  serangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi dan mengendalikan pekerjaan perkantoran.
Manajemen perkantoran dalam arti luas dapat mencakup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang telah diterima pada umumnya, melainkan juga bidang-bidang mengenai kontrol fungsional dan pengarahan administratif terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tulis. (Hal E. Nourse, The Office Canging Function and Structure, 1955)
Manajemen perkantoran adalah pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas tulis sebagaimana dibedakan dari aktivitas-aktivitas seperti pengakutan, kepabrikan, pergudangan, dan penjualan. (William R. Spriegel & Ernest Davies, Principles of Business Organization and Operation, 1960).
Manajemen perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran serta penggerakan mereka yang melaksanakan-nya, agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan lebih dahulu. Bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan keterangan perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran, dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalau usang. (George R. Terry, Office Management and Control, 1966)
Manajemen kantor adalah seni membimbing personel kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungannya demi mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. (mills geoffrey: 1990) dari definisi di atas dapat disimpulkan, bahwa: manejemen perkantoran adalah suatu fungsi tertentu. Fungsi adalah sekelompok tugas pekerjaan meliputi sejumlah aktivitas yang tergolong pada jenis yang sama berdasarkan sifatnya, pelaksanaannya atau karena merupakan suatu urutan ataupun secara praktis saling bergantung satu sama lain.
2
3

Pada intinya manajemen perkantoran merupakan rangkaian aktivitas: - merencanakan, - mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), - mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), - mengawasi, dan - mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib suatu hal.
FUNGSI MANAJEMEN PERKANTORAN:
- manajemen dan pengarahan (Evans) - tata penyelenggaraaan (Grager) - pelaksanaan secara efisien (Leffingwell & Robinson) - manajemen (Littlefield & Peterson) - pengawasan (Neuner & Haynes) - pengendalian dan pengarahan (Nourse) - pengarahan dan pengawasan (Robinson) - pengarahan (Spriegel & Davies) - perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian (George R. Terry)

2.2       Manajemen Perkantoran Modern
Perkantoran modern
Menurut kamus bahasa Indonesia adalah terbaru dan terakhir: sikap dan cara berfikir serta bertingkah sesuai dengan tuntutan jaman. Dalam hal batasan maka sifat dan sikap dan cara berfikir serta bertindak spt yang disebutkan  dalam istilah modern adalah berkenaan dengan penanganan data dan informasi, cirri perkantoran modern memiliki banguanan dan tata ruang yang baik dengan menggunakan perlengkapan yang tepat digunakan oleh para pegawai dengan memiliki disipilin dalam melaksanakan tugasnya, professional, punya pandangan dan cara bertindak sesuai dengan ketentuan 9hukum) demikian juga dengan pengguanaan biaya yang bersifat efesien, menerapkan tata laksana yang demokratis, efektif, produktif, berkeadilan  dqan pendektan kemanusiaan. Penggunaan data dan informasi dengan system informasi manajemen dengan didukung pendataanb yang efektif, dengan menggunakan tehnologi misalnya: system computer. Biaya merupakan salah satu pertimbagnan dalam hal modernisasi perkantoran. Oleh karena itu apapun yang diguanakn / menghasilkan harus dilakukan dengan per-modul. Semakin modern perkantoran maka sifat cakupan kegiatan akan semakin mengglobal, maka kantor semakain banyak informasi yang dapat diakses sehingga peluang yang dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi dan kepentingan instansi itu sendiri dan sebaliknya pada perkantoran modern maka perlu mewaspadai berbagai kemungkinan pengaruh negative yang global yang bias
4
mengacaukan kegiatan dalam kantor. Disamping manager maka peranan organisasi sangat penting, karena organisasi adalah setiap bentuk persekutuan, kerja sama 2 orang atau lebih yang terencana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan terikat secara formal dalam susunan hirarki.
2.2.1    Prinsip manajement perkantoran modern
Organisasi dapat dilihat dari 2 aspek yaitu “ 1. sebagai kelompok orang yang bekerja sama 2. sebagai wadah.
Prinsip adalah asas yaitu kebenaran yang menjadi pokok dasar berfikir dan bertindak, menurut Fayol dia menekankan penggunaan karena prinsip yang merupakan konstitusi yang berdasarkan petunjuk praktis dapat digunakan untuk kebutuhan organisasi. Menurut Kooritz “ dikatakan prinsip manajemen adalah fleksibel atau tidak mutlak dan harus dapat diguanakn dengan memperhatikan perubahan dan keadaan tertentu

2.2.2    Pelaksanaan Perkantoran Modern
Data dan Informasi
Data adalah suatu peristiwa/ kenyataan yang mengandung suatu pengertian, keterangan untuk dijadikan dasar dalam penyusunan/ pembuatan kesimpulan/ penetapan keputusan. Data adalah bahanbakuyang setelah diolahmenjadi informasi. Informasi adalah: yang telah dikelola menjadi suatu bentuk yang mengandung arti bagi penerima dan punya nilai kenyataan dalam suatu keputusan terutama menyangkut masa yang akan datang.Berguna dan tidaknya suatu informasi tergantung pada 6 hal yaitu:
 1. Tujuan penerima 
 2. Ketelitian, penyampaian, pengelolaan data 
 3. waktu
 4. ruang dan tempat
 5. bentuk 
 6. Sistematika


5
Fungsi kantor sebagai pusat informasi yang melaksanakan pekerjaan:
1. menerima info  
2. merekam info         
3. mengatur info         
4. memberi info
5. Melindungi aset
2.2.3    Efesiensi perkantoran modern
Penetaan terhadap pelaksanaan perkantoran harus bertujuan efesiensi. Efesiensi ini menjadi dasar tentang perbandingan antara usaha dan hasil yang akan dicapai.Ada5 unsur menjadi sumber kerja sehubungan dengan efesiensi yaitu: 1. pikiran untuk mencapai cara yang termudah  2. tenaga untuik mencapai cara yang teringan   3. waktu untuk mencapai cara yang tercepat  4. ruang untuk mencapai cara yang terdekat  5. benda untuk mencapai cara yang termudah
2.2.4    Ciri-ciri Kantor Modern:
• Bangunan dan tata ruang yang baik
• Perlengkapan kantor sesuai dengan keperluan terkini, misalnya komputer
• Pegawai yg melaksanakan tugas: disiplin dan akuntabel
• Bekerja analitis, sistematis, rasional, terbuka, dan demokratis
• Pelaksanaan kerja mengutamakan profesionalisme sesuai dengan tuntutan zaman
• Lebih efisien, demokratis & produktif
• Menggunakan teknologi baru dalam komunikasi, pengumpulan, pengolahan dan pengelolaan data yang terus berkembang


6

• Sistem informasi manajemen (SIM) dengan berbasiskan sistem komputer
Dalam kegiatan perkantoran modern, pengelolaan data dan informasi mengguna-kan program dan aplikasi komputer sudah menjadi suatu kebutuhan utama dan sering menempati porsi terbesar dari seluruh kegiatan perkantoran.


























BAB III
Analisis Data

3.1       Perkembangan Manajemen Perkantoran

Pemikiran Awal Manajemen

Sebelum abad ke-20, terjadi 2 peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik & berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lbh 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan meningkatnya keterampilan & kecekatan tiap-tiap pekerja, menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, & menciptakan mesin & penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yg berakibat pd pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yg disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yg dpt membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kpd bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, & lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

Manajemen di Era Manajemen Ilmiah

Era ini ditandai dgn berkembangan perkembangan ilmu manajemen dari kalangan insinyur—seperti Henry Towne, Frederick Winslow Taylor, Frederick A. Halsey, & Harrington Emerson.
7
8
Manajemen ilmiah, atau dalam bahasa Inggris disebut scientific management, dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam bukunya yg berjudul Principles of Scientific Management pd tahun 1911. Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah adl “penggunaan metode ilmiah ukt menentukan cara terbaik dalam menyelesaikan sesuatu pekerjaan.” Beberapa penulis seperti Stephen Robbins menganggap tahun terbitnya buku ini sbg tahun lahirya teori manajemen modern.                                                                                       Henry Gantt yg pernah bekerja bersama Taylor di Midvale Steel Company menggagas ide bahwa seharusnya seorang mampu mandor memberi pendidikan kepada karyawannya untuk bersifat rajin (industrious ) & kooperatif. Ia juga mendesain sebuah grafik ukt membantu manajemen yg disebut sbg Gantt chart yg digunakan ukt merancang & mengontrol pekerjaan.            Manajemen ilmiah kemudian dikembangkan lebih jauh oleh pasangan suami-istri Frank & Lillian Gilbreth. Keluarga Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yg dpt mencatat setiap gerakan yg dilakukan oleh pekerja & lamanya waktu yg dihabiskan ukt melakukan setiap gerakan tersebut.Era ini juga ditandai dgn hadirnya teori administratif, yaitu teori mengenai apa yg dilakukan oleh para manajer & bagaimana cara membentuk praktik manajemen yg baik.    Pada awal abad ke-20, seorang industriawan Perancis bernama Henry Fayol mengajukan gagasan 5 fungsi utama manajemen: merancang, mengorganisasi, memerintah, mengoordinasi, & mengendalikan.Gagasan Fayol itu kemudian mulai digunakan sbg kerangka kerja buku ajar ilmu manajemen pd pertengahan tahun 1950, & terus berlangsung hingga sekarang. Selain itu, Henry Fayol juga mengagas 14 prinsip manajemen yg merupakan dasar-dasar & nilai yg menjadi inti dari keberhasilan sebuah manajemen.                                                                                               Sumbangan penting lainnya datang dari ahli sosilogi Jerman Max Weber. Weber menggambarkan sesuatu tipe ideal organisasi yg disebut sbg birokrasi. Bentuk organisasi yg dicirikan oleh pembagian kerja, hierarki yg didefinisikan dgn jelas, peraturan & ketetapan yg rinci, & sejumlah hubungan yg impersonal. Namun, Weber menyadari bahwa bentuk “birokrasi yg ideal” itu tdk ada dalam realita. Dia menggambarkan tipe organisasi tersebut dgn maksud menjadikannya sbg landasan ukt berteori tentang bagaimana pekerjaan dpt dilakukan dalam kelompok besar. Teorinya tersebut menjadi contoh desain struktural bagi byk organisasi besar sekarang ini.                                                                                                                         
9
Perkembangan selanjutnya terjadi pd tahun 1940-an ketika Patrick Blackett melahirkan ilmu riset operasi, yg merupakan kombinasi dari teori statistika dgn teori mikroekonomi. Riset operasi, sering dikenal dgn “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains ukt menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik & operasi. Pada tahun 1946, Peter F. Drucker menerbitkan salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation). Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yg menugaskan penelitian tentang organisasi.

Manajemen di Era Manusia Sosial

Era manusia sosial ditandai dgn lahirnya mahzab perilaku (behavioral school) dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah. Mahzab perilaku tdk mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an. Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adl serangkaian studi penelitian yg dikenal sbg eksperimen Hawthrone.                                    Eksperimen Hawthrone dilakukan pd tahun 1920-an hingga 1930-an di Pabrik Hawthrone milik Western Electric Company Works di Cicero, Illenois. Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja. Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan, lama jam kerja, periode istirahat, maupun upah lbh sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dgn tekanan kelompok, penerimaan kelompok, serta rasa aman yg menyertainya. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.                                                                                                                                     Kontribusi lainnya datang dari Mary Parker Follet. Follett (1868–1933) yg mendapatkan pendidikan di bidang filosofi & ilmu politik menjadi terkenal setelah menerbitkan buku berjudul Creative Experience pd tahun 1924.[9] Follet mengajukan sesuatu filosifi bisnis yg mengutamakan integrasi sbg cara ukt mengurangi konflik tanpa kompromi atau dominasi. Follet juga percaya bahwa tugas seorang pemimpin adl ukt menentukan tujuan organisasi & mengintegrasikannya dgn tujuan individu & tujuan kelompok. Dengan kata lain, ia berpikir
10
bahwa organisasi harus didasarkan pd etika kelompok daripada individualisme. Dengan demikian, manajer & karyawan seharusnya memandang diri mereka sbg mitra, bukan lawan.        Pada tahun 1938, Chester Barnard (1886–1961) menulis buku berjudul The Functions of the Executive yg menggambarkan sebuah teori organisasi dalam rangka ukt merangsang orang lain memeriksa sifat sistem koperasi. Melihat perbedaan antara motif pribadi & organisasi, Barnard menjelaskan dikotonomi “efektif-efisien”.                                                                     Menurut Barnard, efektivitas berkaitan dgn pencapaian tujuan, & efisiensi adl sejauh mana motif-motif individu dpt terpuaskan. Dia memandang organisasi formal sbg sistem terpadu di mana kerjasama, tujuan bersama, & komunikasi merupakan elemen universal, sementara pd organisasi informal, komunikasi, kekompakan, & pemeliharaan perasaan harga diri lbh diutamakan. Barnard juga mengembangkan teori “penerimaan otoritas” didasarkan pd gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu.

Manajemen di Era moderen

Era moderen ditandai dgn hadirnya konsep manajemen kualitas total (total quality management) di abad ke-20 yg diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen, yg paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming (1900–1993) and Joseph Juran (lahir 1904).            Deming, orang Amerika, dianggap sbg Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja, melainkan sistemnya. Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dgn mengajukan teori 5 langkah reaksi berantai. Ia berpendapat bila kualitas dpt ditingkatkan, (1) biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, & pemanfaatan yg lbh baik atas waktu & material; (2) produktivitas meningkat; (3) market share meningkat karena peningkatan kualitas & harga; (4) profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dpt bertahan dalam bisnis; (5) jumlah pekerjaan meningkat. Deming mengembangkan 14 poin rencana ukt meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
3.2       Perkembangan Manajemen Perkantoran
Perkembangan manajemen perkantoran harus mencakup:
11
a)   Peningkatan efektivitas dan efisiensi prestasi kegiatan manajemen perkantoran secant
b)   menyeluruh dengan mengusahakan ketersediaan informasi yang berkualitas.
c)   Adanya upaya optimalisasi anggaran biaya yang disediakan
d)   Penyusunan sistem yang berlaku bagi seluruh organisasi.

Aktivitas Manajemen Kantor
a)  Menentukan informasi yang akan dibuat, di mana, dan oleh siapa.
b)  Menentukan proses yang akan digunakan.
c)  Mengelola sistem pencatatan dan pengarsipan
d)  Membangun dan menjaga organisasi kantor yang efektif.
e)  Mendukung personel kantor untuk memberi hal terbaik bagi organisasi.
f)  Mengukurdan mengevaluasi informasi.
3.3       Kantor Modern
Modern yang dimaksud dalam hal ini dilihat dari bagaimana prinsip-prinsip pelaksanaan kerjanya. Suatu kantor disebut modern jika setiap aktivitas telah diperhitungkan secara rasional sesuai dengan kebutuhan kantor. Ciri-ciri kantor modern dari segi aktivitasnya antara lain :
a)   Membantu pimpinan dalam mengambil keputusan dan pengaturan pekerjaan.
b)   Membantu pimpinan dalam penyederhanaan kerja dan penyederhanaan system.
c)   Membantu efisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan.
d)   Memiliki pegawai yang melaksanakan tugas dengan disiplin dan akuntabel
e)   Bekerja analitis, sistematis, rational, terbuka dan demokratis
f)    Memiliki sikap, cara berpikir, dan bertindak sesuai perkembanganjaman
g)   Pelaksanaan kerja mengutamakan profesionalisme sesuai dengan tuntutan jaman
h)   Menggunakan teknologi baru dalam komunikasi, pengumpulan, pengolahan dan pengelolaan data yang terus berkembang
i)   Organisasinya dibangun berdasarkan fungsi sehingga diharapkan dapat menuntaskan segala macam pekerjaan tanpa harus khawatir tumpang tindih dengan pekerjaan lainnya
j)   Tugas-tugas dibagi habis sedemikian rupa untuk menghindari terjadinya penumpukan kekuasaan di satu tangan

12
k)   Setiappekerjaan dilengkapi dengan SOP (Standart Operating Procedure), untuk
memudahkan pelaksanaannya Selain dari segi aktivitasnya,

C iri-ciri kantor juga dapat dilihat dari segi sarana dan prasarana yang digunakan. Diantaranya adalah :
a)  Punya bangunan dan tata ruang yang baik serta modern
b)  Seluruh sitem administrasinya dibangun berbasis Teknologi Informasi (TI) sehingga pelaksanaan pekerjaan lebih efisien, aman dan akurat
c)  Perlengkapan kantor sesuai dengan keperluan terkini, misalnya computer.


http://www.lafire.com/stations/FS027/photos_LSchneiderCollection/1992-0618/FS027_1992-0618_LSchneiderCollection-12_CaptainsOffice_1500.jpg  http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTKXMvBCtCyt0Ic18EKY1FjCJUVnxUlQrXIRvq1Pv5DZxrmv5qMyg


3.4       Teknologi Perkantoran Modern
Pekerjaan kantor adalah suatu kegiatan kesekretariatan dan administratif. Segala sesuatu yang berkaitan dengan catat-mencatat, melakukan perjanjian, memfasilitasi pertemuan, memberikan laporan, menyusun dokumen, menyimpan dokumen, mengirimkan surat  dan sebagainya. Untuk keperluan tersebut, terbentuk suatu jalinan komunikasi formal maupun informal. Dengan berkembangnya teknologi informasi, penggunaan perangkat komputer untuk perkantoran membuka era otomatisasi perkantoran (Office Automation / OA).
http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTOk0Wn49f8vhOB6a9pJ06o7flG73NnO9vfZpQmN5IWYUCOqu5W                      http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQWf3u4lfDgkbQunf-KrmXtHKyMVjNwY0Do3lqeWR_jT8G_p2csbQ                         http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTXHm9XcH9T0I0EOJrLBOGANosV-xO3mlldiVZue4LYNHmLIOt0
                                       

BAB IV
PENUTUP

KESIMPULAN
                        Perkembangan yang sangat maju membuat sebuah dunia kerja semakin sulit untuk membuat hasil yang terbaik. Hasil yang terbaik sangat berpengaruh dari factor factor penunjangnya, seperti factor teknologi yang canggih dan sumber daya manusia yang memiliki ilmu untuk bisa di ajak bersaing dengan orang lainnya, serta fasilitas kantor yang canggih dan nyaman yang sangat menentukan hasil dari sebuah produk dalam sebuah perkantoran.





















13
DAFTAR PUSTAKA
http://www.masbied.com/2011/08/29/manajemen-perkantoran-modern/
http://www.managementaccountingsystems.com/12/pengertian-sejarah-dan-perkembangan-manajemen.htm
http://ritakartika.wordpress.com/2011/11/15/perkembangan-dunia-perkantoran/




















14






















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar